Tampilkan postingan dengan label Berita Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2022

Jadwal Pengajian Majelis Taklim Hifdzul Fadlilah (Matahifa) Tahun 2022

Tanggal MC/Moderator Pemateri Pengarahan
03 Jan 2022 HAB 76 Kemenag
10 Jan 2022 Pelaksana PZW Peny. Zakat Wakaf Kepala Kantor/Kasubag TU
17 Jan 2022 Pelaksana Subag TU Kasubag TU Kepala Kantor/Kasubag TU
24 Jan 2022 Pengawas Madrasah Pengawas Madrasah Kepala Kantor/Kasubag TU
31 Jan 2022 Pengawas PAIS Pengawas PAIS Kepala Kantor/Kasubag TU
07 Feb 2022 Penyuluh Agama Islam Penyuluh Agama Islam Kepala Kantor/Kasubag TU
14 Feb 2022 Pelaksana Seksi PAIS Kasi PAIS Kepala Kantor/Kasubag TU
21 Feb 2022 Pelaksana Seksi Bimas   Islam Kasi Bimas Islam Kepala Kantor/Kasubag TU
28 Feb 2022 Pelaksana Seksi PD Pontren Kasi PD Pontren Kepala Kantor/Kasubag TU
07 Mar 2022 Pelaksana Seksi PENMAD Kasi PENMAD Kepala Kantor/Kasubag TU
14 Mar 2022 Pelaksana PHU Kasi PHU Kepala Kantor/Kasubag TU
21 Mar 2022 Humas Humas Kepala Kantor/Kasubag TU
28 Mar 2022 Keuangan Keuangan Kepala Kantor/Kasubag TU
04 Apr 2022 Pelayanan Terpadu Pelayanan Terpadu Kepala Kantor/Kasubag TU
11 Apr 2022 Sekuriti Sekuriti Kepala Kantor/Kasubag TU
18 Apr 2022 Perencanaan Perencanaan Kepala Kantor/Kasubag TU
25 Apr 2022 Kepegawaian Kepegawaian Kepala Kantor/Kasubag TU
09 Mei 2022 OB OB Kepala Kantor/Kasubag TU
23 Mei 2022 PKL PKL Kepala Kantor/Kasubag TU
30 Mei 2022 Pelaksana Subag TU Kasubag TU Kepala Kantor/Kasubag TU
06 Jun 2022 Pengawas Madrasah Pengawas Madrasah Kepala Kantor/Kasubag TU
13 Jun 2022 Pengawas PAIS Pengawas PAIS Kepala Kantor/Kasubag TU
20 Jun 2022 Penyuluh Agama Islam Penyuluh Agama Islam Kepala Kantor/Kasubag TU
22 Jun 2022 Pelaksana Seksi PAI Kasi PAIS Kepala Kantor/Kasubag TU
04 Jul 2022 Pelaksana Seksi Bimas Islam Kasi Bimas Islam Kepala Kantor/Kasubag TU
11 Jul 2022 Pelaksana Seksi PD Pontren Kasi PD Pontren Kepala Kantor/Kasubag TU
18 Jul 2022 Pelaksana Seksi PENMAD Kasi PENMAD Kepala Kantor/Kasubag TU
25 Jul 2022 Pelaksana PHU Kasi PHU Kepala Kantor/Kasubag TU
01 Agu 2022 Humas Humas Kepala Kantor/Kasubag TU
08 Agu 2022 Keuangan Keuangan Kepala Kantor/Kasubag TU
15 Agu 2022 Pelayanan Terpadu Pelayanan Terpadu Kepala Kantor/Kasubag TU
22 Agu 2022 Sekuriti Sekuriti Kepala Kantor/Kasubag TU
29 Agu 2022 Perencanaan Perencanaan Kepala Kantor/Kasubag TU
05 Sep 2022 Kepegawaian Kepegawaian Kepala Kantor/Kasubag TU
12 Sep 2022 OB/Sekuriti OB/Sekuriti Kepala Kantor/Kasubag TU
19 Sep 2022 PKL PKL Kepala Kantor/Kasubag TU
26 Sep 2022 Pengawas Madrasah Pengawas Madrasah Kepala Kantor/Kasubag TU
03 Okt 2022 Pengawas PAIS Pengawas PAIS Kepala Kantor/Kasubag TU
10 Okt 2022 Penyuluh Agama Islam Penyuluh Agama Islam Kepala Kantor/Kasubag TU
17 Okt 2022 Pelaksana Seksi Bimas   Islam Kasi Bimas Islam Kepala Kantor/Kasubag TU
24 Okt 2022 Pelaksana Seksi PD Pontren Kasi PD Pontren Kepala Kantor/Kasubag TU
31 Okt 2022 Pelaksana Seksi PENMAD Kasi PENMAD Kepala Kantor/Kasubag TU
07 Nov 2022 Pelaksana PHU Kasi PHU Kepala Kantor/Kasubag TU
14 Nov 2022 Humas Humas Kepala Kantor/Kasubag TU
21 Nov 2022 Keuangan Keuangan Kepala Kantor/Kasubag TU
28 Nov 2022 Perencanaan Perencanaan Kepala Kantor/Kasubag TU
05 Des 2022 Pengawas PAIS Pengawas PAIS Kepala Kantor/Kasubag TU
12 Des 2022 Penyuluh Agama Islam Penyuluh Agama Islam Kepala Kantor/Kasubag TU
19 Des 2022 Pengawas Madrasah Pengawas Madrasah Kepala Kantor/Kasubag TU
26 Des 2022 Pelaksana PZW Peny. Zakat Wakaf Kepala Kantor/Kasubag TU

  • Pengajian dilaksanakan pada setiap hari Senin setelah pelaksanaan apel pagi, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya;
  • Kegiatan pengajian diawali dengan tadarus al-Quran secara bersama-sama, dilanjutkan dengan penyampaian materi keagamaan oleh petugas, dan diakhiri dengan pengarahan dari Kepala Kantor;
  • Sehubungan dengan masa pandemi, kegiatan agar mengikuti ketentuan-ketentuan yeng telah ditetapkan oleh Satgas Covid-19 dan langkah-langkah pencegahan penularan virus seperti menerapkan 3 M.

  • Baca juga:

Kamis, 20 Januari 2022

Pelatihan Ilmu Falak Tingkat Kabupaten Tasikmalaya

Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, dalam hal ini Penyelenggara Zakat dan Wakaf, kembali menggelar Kegiatan Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat Tingkat Kabupaten Tasikmalaya di Pesantren Srahtarjuningrahyu Pekimitan Kiarakuda Kecamatan Ciawi. Kali ini, pelatihan bertajuk Pelatihan Ilmu Falak Cara Cepat Menentukan Arah Kiblat Markaz Tasikmalaya. Peserta aktif yang dihadirkan pada kegiatan ini sebanyak 166 orang, terdiri dari perwakilan Kantor Pemerintahan dan lembaga-lembaga keagamaaan Islam tingkat kabupaten, sedangkan perwakilan dari tingkat kecamatan adalah para kepala KUA kecamatan, ketua MUI kecamatan, ketua DMI kecamatan dan kasi kesra kecamatan. Mengingat masa PPKM yang masih berlangsung, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan, diantaranya peserta harus mematuhi 3 M dan pelaksanaan kegiatan di bagi menjadi 3 angkatan. 

Diantara tujuan dari penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini adalah membantu umat Islam untuk memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang tatacara pengukuran arah kiblat, mendorong mereka agar memiliki kecakapan dalam menentukan arah kiblat sesuai dasar-dasar keilmuan, serta terciptanya pedoman arah kiblat secara permanen untuk wilayah kabupaten Tasikmalaya, mengingat kiblat merupakan salah satu hal yang harus diketahui seseorang saat ia hendak melaksanakan ibadah shalat. 

Hadir pada acara pembukaan Bupati Tasikmalaya yang diwakili oleh Sekda, Dr. H. Mohammad Zen, yang sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan pelatihan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kabag Kesra Pemkab Tasikmalaya dan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Tampil sebagai pemateri pada kegiatan tersebut Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tasikmalaya), H. Dedi Anwar Muhtadin, M.Pd.I. (Kasubag TU Kankemenag) dan Drs. KH Daruttahqiq, MH, MM (Ketua BHRD Kab. Tasikmalaya).

Baca Juga:

Rabu, 23 Desember 2020

Pelatihan Administrasi Dan Pelaporan Keuangan UPZ

Baznas Kabupaten Tasikmalaya menggelar Pelatihan Administrasi dan Pelaporan Keuangan UPZ secara online melalui aplikasi Zoom pada Selasa, 22 Desember 2020. Kegiatan ini diikuti oleh UPZ-UPZ yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dari kegiatan ini diharapkan UPZ memiliki rencana strategis 3 sampai 5 tahun ke depan dan juga dapat menyusun pelaporan keuangan secara akuntabel sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Rencana strategis menjadi alat manajerial dan sebagai pedoman untuk melakukan pengawasan kinerja serta evaluasi efektivitas kerja organisasi. Ia menjadi dasar bagi orgsnisasi dalam menentukan sasaran utama dalam kerangka waktu yang telah ditentukan.

Materi kegiatan

Berikut materi yang disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Administrasi dan Pelaporan Keuangan UPZ oleh Baznas Kabupaten Tasikmalaya.

Penyusunan RKAT



Pengelolaan Keuangan dan Kontrol Budget ZIS Baznas

Unduh Form RKAT

Kamis, 17 Desember 2020

Gerakan Wakaf Uang Bagi ASN Kemenag

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mendukung inisiasi gerakan wakaf uang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Wamenag juga mengapresiasi para pihak yang menggulirkan ide gerakan sosial ini, antara lain: Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai Nazir dan Bank Syariah Mandiri sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU).  

Hal ini disampaikan oleh Wamenag saat memberikan sambutan pada Soft Launching Wakaf Uang yang digelar secara daring, Kamis (17/12). Ikut bergabung dalam acara ini, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Bapak Kamarudin Amin, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bapak Tarmizi Tohor, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhamad Nuh, Group Head Digital Banking, Bank Syariah Mandiri Bapak Riko Wardana, Group Head Wholesale and institutional Banking Group Bank Syariah Mandiri Ibu Astridiana Sjamanti, dan ASN Kemenag dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kementerian Agama sebagai pemangku kebijakan dalam sektor wakaf memiliki kepentingan dalam mendorong optimalisasi sektor wakaf,” terang Wamenag.

Menurutnya, gerakan wakaf uang ASN Kemenag ini dapat berperan dan bermanfaat dalam 4 aspek. Pertama, gerakan ini sejalan dengan rencana strategi Kementerian Agama 2020-2025.  

Gerakan wakaf uang merupakan peran strategis Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah dalam pembangunan Sumber Daya Manusia Bidang Agama. Gerakan ini sekaligus menjadi aksi nyata dari rencana strategis Kemenag, khususnya dalam aspek wakaf.  

“Ada tiga garis besar renstra pada aspek wakaf, yaitu: peningkatan jumlah partisipasi umat beragama dalam berwakaf, peningkatan pengelolaan aset wakaf, dan peningkatan wakaf produktif,” tuturnya.

Kedua, lanjut Wamenag, gerakan ini juga menjadi solusi dari kesenjangan potensi dan fakta pengumpulan wakaf uang. Saat ini, wakaf uang memiliki potensi mencapai Rp180 Triliun menurut kajian BWI. Namun, faktanya baru terkumpul Rp255miliar dan hingga saat ini baru ada 22 Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang di Indonesia. Padahal menurut hasil kajian World Giving Indeks 2019, Indonesia tergolong sebagai negara yang paling dermawan di dunia.  

“Potensi wakaf di lingkungan ASN Kemenag merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari potensi wakaf secara nasional,” terangnya.

Alasan ketiga, gerakan ini sebagai sarana peningkatan literasi wakaf di Indonesia. Wakaf uang di Indonesia sejak 11 Mei 2002 telah ditetapkan fatwanya oleh MUI. Kementerian Agama juga telah memfasilitasi regulasi terkait wakaf uang sejak 2004 melalui Undang-undang wakaf, Peraturan Menteri Agama hingga Peraturan Dirjen Bimas Islam. Namun, menurut hasil riset indeks literasi wakaf 2020 di seluruh Indonesia, pengetahuan dan pemahaman wakaf masyarakat Indonesia tergolong rendah.  

“Besar harapan, gerakan wakaf uang bagi ASN Kementerian Agama mampu meningkatkan literasi wakaf uang dan diharapkan mampu menjadi contoh dan role model dalam hal kesadaran berwakaf,” jelasnya.

Terakhir atau keempat, gerakan wakaf uang sebagai wujud nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Gerakan ini siharapkan dapat mewujudkan kontribusi Kementerian Agama dalam penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. 

“Wakaf uang yang dikelola dengan amanah, profesional, akuntabel dan produktif menjadi sumber pembiayaan untuk berbagai sektor kemaslahatan umat, di antaranya:  pemberdayaan masyarakat dalam unsur agama, ekonomi, dakwah, sosial, kesehatan dan pendidikan seperti beasiswa bagi duafa,” ujarnya.  

“Semoga wakaf yang kita tunaikan dapat menjadi amal ibadah dan bermanfaat bagi umat,” harapnya.

Untuk melihat materi-materi slide dalam kegiatan dapat diklik tautan ini

Sumber: bimasislam.kemenag.go.id

Selasa, 01 Desember 2020

Jadwal Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat dan Perhitungan Waktu Shalat Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020

Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat dan Perhitungan Waktu Shalat

Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, dalam hal ini Penyelenggara Syariah, menggelar Kegiatan Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat dan Perhitungan Waktu Shalat Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020 di Pesantren Srahtarjuningrahyu Pekimitan Kiarakuda Kecamatan Ciawi.

Peserta aktif yang dihadirkan pada kegiatan ini sebanyak 166 orang, terdiri dari perwakilan Kantor Pemerintahan dan lembaga-lembaga keagamaaan Islam tingkat kabupaten, sedangkan perwakilan dari tingkat kecamatan adalah para kepala KUA kecamatan, ketua MUI kecamatan, ketua DMI kecamatan dan kasi kesra kecamatan. Mengingat masih tingginya kasus covid-19 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan, diantaranya peserta harus mematuhi 3 M dan pelaksanaan kegiatan di bagi menjadi 3 angkatan. Angkatan pertama dilaksanakan pada hari Selasa 1 Desember 2020 dengan jumlah peserta 54 orang, angkatan kedua tanggal 3 Desember 2020 dengan jumlah peserta 56 orang dan angkatan ke tiga pada tanggal 4 Desember 2020 dengan jumlah peserta 56 orang.

Diantara tujuan dari penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini adalah membantu umat Islam untuk memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang tatacara pengukuran arah kiblat dan penetapan waktu shalat, mendorong mereka agar memiliki kecakapan dalam menentukan arah kiblat dan perhitungan waktu shalat, serta terciptanya pedoman arah kiblat dan jadwal shalat secara permanen untuk wilayah kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya.

Hadir pada acara pembukaan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kabag Kesra Pemkab Tasikmalaya yang diwakili kasubag keagamaan, Drs. H. Usep Gunawan dan Kasubbag Kantor Kementerian Agama, Drs. H. Suryana, M.Si.. Dalam sambutan pengarahan, penyampaian materi dan sekaligus membuka acara kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd. menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Ketua BHRD Kabupaten Tasikmalaya yang telah dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Ia berpesan kepada semua yang hadir untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Kepada pemerintah kabupaten Tasikmalaya yang diwakili kasubag keagamaan, Kepala Kantor juga memberikan apresiasi, karena tanpa dukungan pemerintah kabupaten dan APBD kegiatan ini tidak mungkin dapat dilaksanakan. Sedangkan kepada para peserta, Kepala Kantor berpesan  agar kegiatan ini harus dapat diikuti dengan baik sehingga bisa membuahkan hasil yang diharapkan, tidak sekadar asal hadir, tetapi harus ada hasil.



Materi pelatihan yang berkaitan dengan teori dan praktek pengukuran arah kiblat dan perhitungan waktu shalat, kemudian langsung diberikan oleh Ketua BHRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ade Daruttahqiq, MM, MH, dimulai dengan pelatihan pengukuran arah kiblat kemudian dilanjutkan dengan perhitungan waktu shalat. Melihat antusiasme, partisifasi dan keseriusan peserta dalam mengikuti paparan materi dan praktek penghitungan, nampaknya kegiatan ini tidak cukup dilaksanakan hanya dalam satu kali pertemuan saja tetapi harus berkali-kali terutama bagi mereka yang baru mengenal mengenai ilmu hisab. Tentu saja dengan dukungan dana yang memadai.


Senin, 23 November 2020

Pembinaan Keagamaan di Kantor Kementeriaan Agama Kabupaten Tasikmalaya

Penceramah: Drs. Asep Saepul Millah, M.Pd.*)
Moderator: Hj. Nenden Solihat*)

Topik: Surat Al-Quraisy 

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (۱) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (٢) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (٣) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (٤)

Artinya:
(1) Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (2) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. (3) Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). (4) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.


Surat Al-Quraisy terdiri dari 4 ayat merupakan surat ke-106. Surat ini termasuk golongan surat-surat Makkiyyah yang diturunkan setelah surat at-Tiin. Nama “Quraisy” diambil dari “Quraisy” yang disebut pada ayat pertama, yang berarti suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara Ka’bah.

Surat Quraisy terkait orang-orang Quraisy. Mereka diingatkan akan nikmat-nikmat Allah. Salah satunya adalah nikmat keamanan, yang pada surat sebelumnya, yaitu Al-Fiil diterangkan kebinasaan pasukan bergajah yang hendak menyerbu Makkah untuk menghancurkan Ka’bah. Sedangkan dari segi turunnya, surat al-Quraisy diturunkan setelah surat at-Tiin yang salah satu isinya menerangkan tentang negeri yang aman yaitu Makkah. Dengan rasa aman itu, orang-orang Quraisy bisa menjalankan kebiasaan mereka berupa bepergian pada musim dingin dan musim panas. Mereka pada musim dingin pergi ke negeri Yaman dan pada musim panas ke negeri Syam dalam setiap tahunnya. Mereka bepergian dengan tujuan untuk berniaga yang keuntungannya digunakan untuk keperluan hidup  di Makkah dan untuk berkhidmat kepada Baitullah yang merupakan kebanggaan mereka. Surat ini mengingatkan nikmat Allah lainnya berupa kesejahteraan ekonomi dalam bentuk pangan.

Kandungan ayat untuk direnungi

  • Dalam ayat pertama disebutkan kata "iilaa" yang artinya kebiasaan. Kebiasaan merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan. Seseorang mungkin sebelumnya terlihat biasa-biasa saja, tetapi karena kebiasaan, di kemudian hari ia menjadi orang yang luar biasa. Untuk menjadi bisa seseorang harus melakukan pembiasaan dan membiasakan diri, sehingga ada peribahasa “alah bisa karena biasa”, artinya apabila suatu pekerjaan telah terbiasa dilakukan, maka tidak terasa lagi kesukarannya atau sudah memiliki pengalaman praktek yang lebih baik.
  • Untuk mencapai kesuksesan, seseorang hendaklah mampu melakukan perubahan, pergerakan dan inovasi dalam dirinya. Orang-orang Quraisy untuk mencari kemakmuran dalam perdagangan, mereka selalu melakukan "rihlah" atau perjalanan, yang merupakan perwujudan dari semangat perubahan. Mereka mampu memanfaatkan momentum atau kesempatan-kesempatan untuk meraih kesejahteraan tersebut dengan memanfaatkan waktu-waktu pada musim dingin (syitaa), dan musim panas (shaif) untuk berniaga. Demikian halnya dengan seseorang yang hendak mencapai kesuksesan, ia harus mampu mengelola kesempatan-kesempatan dengan baik.
  • Seseorang juga agar senantiasa mampu menjaga kecerdasan spiritual (spiritual equation) dengan selalu memelihara hubungan harmonis dengan Tuhan melalui ketaatan dan ibadah yang intens kepada-Nya. Dalam ayat disebut dengan kata-kata “fal ya’buduu”. Buah dari kecerdasan spiritual ini akhirnya diharapkan mampu melahirkan rasa empati dan kepedulian sosial (ath’amahum) serta mampu memberikan kenyamanan kepada sesama dan lingkungan (wa aamanahum min khauf), sebagaimana Allah telah memberikan anugerah kenikmatan kepada kaum Quraisy dan keamanan dalam berniaga.
_________________
*) Pengawas Madrasah

Jumat, 13 November 2020

Verifikasi dan Kalibrasi Arah Kiblat

Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melakukan kegiatan kalibrasi dan verifikasi arah kiblat untuk kesekian kalinya. Pada kesempatan ini kalibrasi arah kiblat dilakukan pada hari Jum'at tanggal 13 November 2020 berlokasi di "Mushalla Baiturrohman" Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Baru Ciawi Singaparna (Cisinga) Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu.

Tim Verifikasi Arah Kiblat Kantor Kemenag Kab. Tasikmalaya bersama pengelola SPBU

Turut hadir menyaksikan dalam verifikasi dan kalibrasi ini pengelola SPBU, H. Ujang, yang banyak bercerita tentang proses pendirian SPBU di wilayah ini dan Abdul Kohar petugas dari KUA Kecamatan Sukaratu. Sementara dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmlaya hadir Kepala Penyelenggara Syariah, H. Yayat Kardiat, S.Ag., MM, Penyusun Bahan Penyuluhan Syariah, Hj. Iin Ufairoh, M.Pd.I., dan Penyusun Bahan Penyuluhan Produk Halal, Dindin Saefuddin, S.Ag. 

Petugas kalibrasi dan verifikasi arah kiblat yang dipimpin oleh Kepala Penyelenggara Syariah langsung melakukan pengukuran berdasarkan posisi matahari menggunakan alat Mizwala Qibla Finder pada pukul 10.05 WIB. Namun untuk memastikan akurasi data digunakan pula kompas, aplikasi Mizwandroid, GPS, perhitungan arah kiblat dari BHRD Kabupaten Tasikmalaya, aplikasi Sistem Informasi Hisab Rukyat Indonesia Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Google Earth

Dari hasil pengukuran dengan menggunakan Mizwala Qibla Finder, Mizwandroid, aplikasi Sistem Informasi Hisab Rukyat Indonesia Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, kompas dan perhitungan arah kiblat dari BHRD Kabupaten Tasikmalaya, disimpulkan bahwa koordinat lokasi mushalla berada pada LS 70 16' 27'' dan BT 1080 7' 31'' dan Azimut Kiblat 2950 8' 20.99''. Sedangkan pengukuran berdasarkan Google Earth dapat dilihat hasilnya pada gambar berikut:

Foto Mushalla (Sumber Google Street)

Koordinat Mushalla


Jarak Ka'bah dan Arah Kiblat

Sementara arah kiblat bangunan mushalla adalah 3090 12', sehingga ketika shalat seseorang harus memutar ke arah kiri (selatan) sekitar 1399'. Lihat gambar di bawah ini: garis merah adalah arah kiblat 2950,13', dan garis kuning adalah arah bangunan 3090,12'

Diharapkan setelah pengukuran dan kalibrasi arah kiblat ini, kaum muslimin yang menggunakan mushalla ini sebagai tempat ibadah shalat tidak ragu lagi dalam menentukan arah kiblat. Seperti diungkapkan pengelola SPBU, H. Ujang, kegiatan ini memberikan ketenangan dan kepastian baik kepada pengelola SPBU itu sendiri maupun kaum muslimin tentang arah kiblat yang tepat. Karena bisa jadi saat pembangunan mushalla inipihak pemborong tidak mengetahui ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan saat pengukuran arah kiblat.


Selasa, 03 November 2020

Kultum di Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Tasikmalaya

Penceramah: H. Yayat Kardiat, MM 
(Kepala Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya)

  • Suatu hari sayidina Ali RA menyampaikan sebuah kalimat yang sangat indah. Beliau menyatakan bahwa dalam menilai seseorang itu tergantung pada kepemilikannya. Hal tersebut berarti jika seseorang itu memiliki sesuatu yang penting dan berharga dalam dirinya, maka dari situlah kita bisa menilai dirinya berharga dan penting. Lalu apa yang berharga dan penting dalam hidup ini sehingga kita memiliki nilai? Tiada lain adalah keimanan;
  • Keimanan ibarat sebuah handlegrip yang sengaja digantungkan di dalam kendaaran bis yang berfungsi sebagai pegangan penumpang saat berdiri sehingga ia tidak jatuh atau terombang-ambing ketika kendaran bergerak dan berjalan. Saat kita naik kendaraan bis yang kursi-kursinya sudah penuh diduduki oleh penumpang lain, maka kita terpaksa harus berdiri dan mencari sandaran atau pegangan. Kita menemukan pegangan berupa gantungan, handlegrip, di dalam bis, dan disitulah tangan kanan kita harus memegangya dengan kuat dan terus bertahan hingga perjalanan sampai pada tujuannya. Andaikan sandaran atau gantungan tersebut tidak dipegangi dengan kuat, lembek atau rapuh, tentu tangan kita akan terlepas dan akhirnya kita terhempas, terlebih jika kendaraannya dijalankan dengan kecepatan tinggi alias ngebut.
  • Keimanan yang diibaratkan handlegrip itu harus dijalankan dalam kehidupan nyata misalnya dalam berumah tangga. Seorang suami yang merupakan kepala keluarga dan menjadi tumpuan harapan dalam kehidupan rumah tangga harus mempunyai keimanan yang kuat, karena ia akan memberikan contoh untuk keluarganya. Suami akan diuji oleh Allah dalam memberikan nafkah lahir dan batin. Misalnya, ia akan merasakan berat hati saat harus pergi jauh dari sanak keluarganya demi mencari rizki dan nafkah, layaknya seekor harimau atau macan yang harus keluar jauh dari persembunyiannya untuk mencari makan. Andaikan suami memiliki iman yang lemah, mungkin ia akan berfikir buat apa susah-susah harus pergi jauh dari anak istri yang dicintai hanya demi mencari rizki, padahal sudah banyak jalan pintas yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, umpamanya dengan menghalalkan segala cara. Namun karena iman kuat, cara tersebut ditolaknya. Baginya lebih baik keluh kesah susah mencari nafkah dari pada harus berbuat salah.
  • Dengan keimanan yang tertanam di dalam hati tersebut, seseorang akan mensyukuri, ikhlas dan qana’ah atas segala apa yang Allah berikan. Ikhlas merupakan bukti iman, qana’ah menerima seadanya.
  • Gambaran dari seseorang yang tidak ikhlas dan qana’ah atas apa yang Allah berikan, bisa dijelaskan dari sikap menantang terhadap pemberian Allah. Banyak orang yang tidak pandai bersyukur dan suka menantang terhadap keadaan-keadaan yang sejatinya ia syukuri. Misalnya, andaikan dikasih sepeda seseorang baru akan bisa bersyukur, tetapi sekalinya sudah mendapat sepeda ia bilang akan bersyukur apabila sudah mendapatkan sepeda motor. Tetapi lagi-lagi sekalinya sudah mendapatkan sepeda motor, ia kembali menyatakan baru akan bisa bersyukur apabila sudah dikasih mobil. Setelah diberi mobil pun, dia masih berkata akan bersyukur apabila sudah memiliki Alphard yang bisa ditumpangi semua keluarga untuk berpiknik ke kota Jakarta. Begitulah seterusnya hingga sekalinya sudah memiliki Alphard, dia kembali lagi berucap akan bersyukur apabila nanti sudah memiliki pesawat. Namun setelah pesawat itu akhirnya dimiliki, dinaiki dan terbang tiba-tiba pesawat itu jatuh ke laut yang menyebabkan semua penumpangnya meninggal, padahal semua pemberian-pemberian tersebut sebelumnya belum sempat disyukuri. Begitulah nafsu manusia, mau bersyukur saja harus menantang dahulu.
  • Allah berjanji akan memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat kepada orang yang beriman.
  • Sebagai wujud dari keimanan, ajak dan bimbinglah anak-anak dan keluarga untuk dapat beribadah shalat berjamaah, li anna waladan min kasbi abihi, karena perbuatan anak tergantung dari didikan orang tuanya.
  • Orang yang berbahagia, seperti dikatakan sayidina Ali, adalah dia yang memperoleh kenikmatan yang sempurna, yaitu saat kematiannya membawa Iman dan Islam, Tamamu ni’am, al-maoutu ma’al iiman wal islaam.
  • Rasulullah SAW bersabda:


خيركم خيركم لاهله وانا خيركم لاهلي مااكرم النساء الا كريم ولا اهانهن الا لئيم
 

“Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling baik terhadap istrinya dan akulah orang yang terbaik diantaramu terhadap keluarga. Tidak akan menghormati wanita kecuali yang murah hati dan tidak menghina mereka kecuali yang jahat”
  • Akhirnya wahai para lelaki, wahai para suami jadilah nahkoda keluarga yang membawa penumpang bahagia dunia akhirat.

Senin, 26 Oktober 2020

Kunci Sukses Rasulullah SAW dalam Berdakwah



Moderator: Hj. Iin Ufairoh, M.Pd.I.
Penceramah : H. Yayat Kardiat, MM

Kunci Sukses Rasulullah SAW dalam Berdakwah


Pada bulan Rabi'ul Awwal 1442 H, umat Islam diingatkan kembali pada peristiwa kelahiran Rasulullah SAW atau "maulidunnabiy" pada empat belas abad yang lalu.

Peristiwa tersebut memiliki arti tersendiri di hati umat Islam, karena sosok Rasulullah SAW sangat mulia dengan akhlak dan kepribadian yang luhur.  Siti Aisyah, istri Rasulullah pernah ditanya tentang akhlaknya. Beliau menjawab bahwa  khuluquhu al-quran akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Quran.

Karena kepribadiannya tersebut, Rasulullah SAW berhasil menjadi pemimpin dunia yang sukses dan berpengaruh. Michael H. Hart, seorang Amerika ahli astronomi yang bekerja di NASA, menempatkan Muhammad SAW pada urutan pertama dalam buku yang ditulisnya berjudul "100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia", sekalipun penempatan tersebut masih menyisakan perdebatan dan polemik di kalangan para ahli.

Keberhasilan Rasulullah SAW dalam berdakwah, dakui banyak kalangan. Hanya dengan waktu singkat selama 23 tahun, Rasulullah sukses menyebarkan agama Islam  ke seantoro penjuru dunia, termasuk ajarannya telah sampai kepada kita. Berbeda halnya dengan nabi-nabi sebelumnya, misalnya Nabi Nuh AS, yang nonstop 24 jam menyebarkan agamanya dalam kurun waktu 850 tahun, namun pengikutnya hanya kurang lebih 80 orang.

Apa yang menyebabkan ajaran Nabi Muhammad begitu banyak diikuti manusia, sehingga di dalam Al-qur'an Surat An-Nasr disebut afwajan artinya umat manusia berbondong bondong atau banyak sekali yang masuk Islam? Itu bukan karena di amang amang, di iming iming dan di omong omong, akan tetapi paling tidak karena ada alasan berupa lima kunci sukses yang tercermin dari keberhasilan Rasulullah menjadi pemimpin dan sosok yang paling berpengaruh di dunia ini.

  1. Sejak kecil Rasulullah sudah ditempa dengan berbagai keprihatinan dan kesedihan. Saat-saat awal dari kelahirannya beliau sudah ditinggal wafat oleh orang-orang terdekat yang menyayanginya, diantaranya Abdullah, ayahandanya yang sudah wafat sejak beliau dilahirkan. Begitu lahir, ia tidak pernah melihat wajah ayahnya. Dalam usia 8 tahun sudah di tinggal oleh ibunya. Keprihatinan-keprihatinan inilah yang menempa dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai pribadi yang kuat dan tahan akan berbagai macam cobaan. Di kemudian hari pada masa penyampaian dakwah banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi Rasulullah, terutama dari keluarga sendiri yaitu pamannya, tetapi beliau tetap tangguh walau badai menghadang.
  2. Dalam melakukan dakwah dan ajakan kepada manusia, Rasulullah selalu mengedepankan akhlak yang mulia. Beliau sendiri bersabda, innama bu'istu li utamimma makaarimal akhlaq "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia". Bahkan Allah memuji dalam al-Quran "wainnaka la'ala khuluqin adzim," dan sungguhnya engkau memiliki perangai yang agung (Al-Qalam: 4). Ada sebuah pepatah: Pisang mas dibawa berlayar, masak satu dalam peti, hutang emas bisa di bayar, hutang budi di bawa mati. Begitulah kira-kira ungkapan yang pantas untuk menggambarkan seseorang yang berbudi mulia, sampai mati pun kebaikan akhlaknya selalu dikenang.
  3. Antara ucapan dan sikap tidak ada perbedaan. Rasusullah dalam menerapkan hukum tidak pernah membeda-bedakan antara dirinya, keluarganya maupun masyarakatnya. Di hadapan hukum semua orang sama saja, tidak dibeda-bedakan hanya karena perbedaan status sosial. Beliau pernah menyatakan apabila putrinya Fatimah terlibat dalam pencurian agar ditegakkan hukum atasnya, yaitu potong tangan. Jadi antara yang diucapkan Rasul dan sikapnya tetap konsisten. Beliau bersabda: ana awwalu maa amartukum bih artinya saya yang memerintah dan saya pula yang mengerjakan apa yang saya perintah.
  4. Rasulullah mempunyai 4 sahabat yang memiliki karakter dan potensi berbeda yaitu Abu Bakar Siddiq sebagai sosok kiyai diplomatik yang bisa mempersatukan ulama, merangkul bersatu dalam perbedaan, berbeda jalan tapi satu tujuan. Umar bin Khattab sebagai imam atau jenderal yang mencitai rakyatnya dan rakyat mencintai pimpinannya. Usman bin Afan sebagai santri ekonom yang berhasil menjadi saudagar kaya raya dan kekayaanya  di berikan untuk perjuangan Islam, dan Ali bin Abi Thalib sebagai sosok pemuda intelek yang bisa membedakan yang haq dan batil. Ke empat sahabat dengan karakter masing-masing tersebut disatukan dan dirangkul dalam balutan kasih sayang beliau, sehingga saling melengkapi satu sama lain untuk membangun sebuah kesepahaman dan kebersamaan membangun kekuatan dalam berdakwah. Ada juga yang mengilustrasikan bahwa Abu Bakar merupakan sosok kharismatik yang disegani dan memiliki kemampuan diplomatik. Umar bin Khattab memiliki ketegasan dalam bertindak dan kemampuan menyusun startegi layaknya seorang panglima militer. Sementara Usman bin Affan memiliki kemampuan pengelolaan ekonomi yang baik. Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai pemuda tangguh yang pintar dan intelek.

Rabu, 21 Oktober 2020

Teks Doa Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

بِسْـــــمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعٰالَميْنَ حَمْدًا شَا كِرِيْنَ  حمَدْاً نَا عِمِيْنَ  حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكٰا فِى مَزِيْدَةً يٰا رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطٰا نِكَ اللهم صَلِّ وَ سَلِّمْ وَبٰارِكْ عَلٰي نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلٰي اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ


Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.

Perkenankanlah di pagi yang indah dan penuh berkah ini, kami semua yang hadir di sini beserta segenap elemen bangsa di berbagai penjuru negeri, untuk menunduk seraya menengadah dan berdo’a di hadapan-Mu.

Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami dan kepada pahlawan-pahlawan kami, serta para penggagas “Resolusi Jihad” yang telah rela menjadi syuhada demi mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara. Untuk mereka yang berkorban demi ibu pertiwi, berjuang agar negeri ini tetap kokoh berdiri, peluk erat dan dekaplah mereka dalam lautan rahmat dan ampunan-Mu yang tiada bertepi.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk.

Bimbinglah kami sebagai generasi penerus bangsa, agar dapat mewarisi negeri ini dengan sebaik-baiknya. Ringankan langkah kaki kami, agar kami dapat berjihad mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membangun negeri ini dengan kekuatan iman, keluhuran moral, kemuliaan pengetahuan, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok negeri.

Ya Allah, Sumber Segala Kekuatan dan Kebijaksanaan.

Limpahkanlah kepada kami kesehatan dan kekuatan sehingga dengan “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Lindungilah kami dari segala marabahaya dan wabah penyakit yang berbahaya. Jauhkan kami dari segala fitnah yang dapat meruntuhkan kesatuan bangsa dan negara.

Ya Allah, Tuhan Tempat Kami Berlindung dan Mengadu.

Hari ini, 22 Oktober 2020, adalah peringatan Hari Santri Nasional di negeri kami, untuk mengenang kiprah dan perjuangan para ulama dan kaum santri, dalam berjuang mempertahankan eksistensi negeri ini. Oleh karena itu Ya Allah, kami semua yang berkumpul di sini bersimpuh mengetuk pintu rahmat-Mu, seraya mengharap cinta-Mu dengan sepenuh rindu. Maka cintailah kami dan mereka semua dalam kehangatan kasih sayang dan ampunan-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ مَعَ اْلأبْرَارِ يٰاعَزِيْزُ يٰاغَفّٰارُ يٰارَبَّ اْلعٰالَميْنَ بِفَضْلِكَ سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلٰى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعٰالَميْنَ 

Hari Santri Nasional 2020

Surat Edaran

Sabtu, 17 Oktober 2020

Rapat Evaluasi

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Rapat Evaluasi Program Kegiatan dan Penyerapan Anggaran TA 2020 selama dua hari berturut-turut pada Jum'at dan Sabtu, 16 dan 17 Oktober 2020 di Krisna Beach Hotel Kabupaten Pangandaran. Dalam sambutan dan pengarahan sekaligus membuka acara kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd., menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia yang telah berusaha melaksanakan kegiatan  sekalipun dengan keterbatasn-keterbatasan karena pandemi. Beliau menyatakan bahwa di saat situasi pandemi Covid-19 masih terus berlangsung, segala bentuk gerak aktifitas dan kegiatan masyarakat mengalami perubahan, di antaranya dengan adanya pembatasan-pembatasan demi memutus mata rantai penyebaran penyakit. Disadari bahwa saat ini sebagai akibat dari pandemi yang semakin meluas, telah muncul saling curiga antar sesama orang, baik di lingkungan keluarga maupun kantor, terutama apabila salah seorang dari mereka melakukan perjalanan ke luar kota. Timbul kekhawatiran apabila kepulangannya nanti akan membawa virus yang membahayakan dan menularkannya di rumah atau di kantor. Oleh sebab itu, menurutnya dalam menyikapi situasi pandemi seperti saat ini perlu diperhatikan beberapa aspek untuk mendukung program kegiatan, yaitu diantaranya dengan pengelolaan manajerial yang baik dan adanya dukungan regulasi yang jelas sebagai dasar dan payung hukum pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan rapat evaluasi ini diikuti oleh perwakilan peserta dari seluruh satker yang ada di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari Perencana, Keuangan, Subbag TU, Urusan Kepegawaian, Seksi Penmad, Bimas Islam, PD Pontren, PHU, Penyelenggara Syariah, MI, MTs dan MA.

Rabu, 14 Oktober 2020

Tangisan Sebagai Media Munajat

Pada Rabu kali ini, Kepala Penyelenggara Bimsyar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Yayat Kardiat, MM, kebetulan sedang mendapat tugas dinas luar. Maka penyampaian tausiyah seusai pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Agung Baiturrahman, dilakukan di hadapan jamaah oleh petugas yang ditunjuk untuk mewakilinya.

Materi tausiyah dirangkumkan di bawah ini.

Dalam Risalah Qusyairiyah disebutkan riwayat sebagai berikut:

Nabi Syuaib sering menangis sepanjang hidupnya, sampai kedua matanya tidak bisa dipakai untuk melihat. Setiap kali Allah mengembalikan penghlihatannya, mata beliau kembali tidak bisa melihat, karena terus menerus digunakan untuk menangis. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya, “seandainya dengan tangisan tersebut engkau mengharapkan surga, sesungguhnya Aku telah memberikan surga tersebut khusus untukmu, dan seandainya dengan tangisan tersebut engkau berharap dijauhkan dari api neraka, sesungguhnya Aku telah menyelamatkanmu dari api tersebut. Nabi Syuaib menjawab, “Tuhanku, bukan karena hal terdebut aku menangis, akan tetapi karena aku rindu dan ingin bertemu dengan-Mu”. Lalu Allah berwahyu kembali kepadanya, “Jika demikian, Kutugaskan engkau menjadi Nabi-Ku dan dapat berbicara kepada-Ku selama sepuluh tahun.

Berdasarkan riwayat tersebut, jelaslah bahwa menangis bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Terlebih apabila tangisan tersebut muncul dari dorongan spiritual yang sangat dalam, muncul dari kekhusuan hati berupa perasaan haru, rindu, atau takut kepada Allah, Sang Pencipta alam. Maka tangisan demikian bisa menandakan derajat keilmuan dan kualitas keimanan seseorang yang juga dapat menunjukkan maqamnya di hadapan Allah SWT. Diantara sifat-sifat orang yang berilmu, sesuai firman Allah SWT dalam S. Al-Isra: 107-109, yaitu mereka yang suka menangis, tersungkur dan bersujud apabila dibacakan ayat-ayat Allah (al-Qur’an) kepada mereka:

إن الذين أوتوا العلم من قبله إذا يتلى عليهم يخرون للأذقان سجدا  ويقولون سبحان ربنا إن كان وعد ربنا لمفعولا ويخرون للأذقان يبكون ويزيدهم خشوعا

“Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (al-Quran) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud. Dan mereka berkata, ‘Mahasuci Tuhan kami, sungguh janji Tuhan kami pasti dipenuhi’. Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk”.


Menangis yang lahir dari perasaan haru ketika ingat, rindu atau takut (khasyyah) kepada Allah, atau akibat dari kesadaran atas dosa dan kesalahan-kesalahan yang diperbuat, termasuk sebagian dari perbuatan para Nabi dan orang-orang solih. Sebagian ahli sufi bahkan menjadikan tangisan sebagai media munajat kepada Allah. Dalam syair dikatakan:

فاسفح دموعك عن ذنب أصبت به # فرب دمع جرى للخير مفتاحا

“Tumpahkan air matamu atas dosa yang kamu lakukan. Tidak sedikit air mata yang menetes menjadi pembuka atas kebaikan”

Rasulullah SAW bersabda:

عينان لا تمسهما النار: عينٌ بكت من خشية الله، وعينٌ باتت تحرس في سبيل الله رواه الترمذي

“Dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka, mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT., dan mata yang tidak tidur karena berjaga di jalan Allah” 

(DS)


Kamis, 08 Oktober 2020

Tausiyah dari Syukuur ke Syakuur

Berangkat dari artikel Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, Kepala Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Yayat Kardiat, MM, dalam tausiyah rutin tujuh menit yang disampaikan setiap hari Rabu seusai pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah di Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Tasikmalaya, kembali menekankan pentingnya jama'ah untuk selalu meningkatkan level kesyukuran kepada Allah SWT sampai pada tingkatan syakuur. Dalam uraiannya, beliau menyatakan kesyukuran dapat diungkapkan melalui tahmid, berupa pujian-pujian yang disampaikan dengan ucapan Al-hamdulillah atas segala nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Ini adalah level kesyukuran pertama yang paling gampang dilakukan setiap orang, yaitu dengan mengucapkan tahmid.

Selanjutnya terdapat level kesyukuran yang dinamakan syukuur itu sendiri. Syukuur ialah mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, seperti kesehatan, rezeki, jabatan, keturunan, dan keluarga yang sakinah. Bersyukur ialah memberikan sebagian nikmat Allah kepada hamba-Nya yang membutuhkannya. Misalnya, gaji kita dinaikkan atau kita memperoleh keuntungan usaha dagang, maka cara mensyukurinya kita harus mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah kepada orang-orang yang layak menerimanya, atau sebagaimana ditunjuk oleh syara'. 

Tingkat kesyukuran yang lebih tinggi lagi dinamakan syakuur. Syakuur ialah mensyukuri segala sesuatu yang datang dari Tuhan, termasuk musibah, penderitaan, dan kekecewaan. Bersyukur terhadap berbagai nikmat Tuhan (syukuur) ialah sesuatu yang biasa. Akan tetapi, mensyukuri penderitaan, musibah, dan kekecewaan (syakuur) itu luar biasa. Syukuur banyak dilakukan orang, tetapi syakuur amat langka dilakukan orang, sebagaimana dikatakan dalam ayat: Wa qaliilun min 'ibadiy al-syakuur (Hanya sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mampu mencapai tingkat syakur/QS Saba'/34:13). Bersyukur dalam arti syakuur berarti bersabar menerima cobaan Tuhan dan tidak pernah salah paham terhadap Tuhan.

Rasulullah SAW sendiri adalah sosok pribadi yang di dalam dirinya terpancar sifat-sifat syukuur dan syakuur sekaligus. Suatu hari Sayyidatina 'Aisyah mempertanyakan ibadah-ibadah Nabi yang sedemikian aktif, baik di siang hari terlebih di malam hari. Kenapa engkau melakukan yang sedemikian itu? Bukankah engkau adalah nabi dan rasul pilihan Allah yang dijamin masuk surga? Sambil tersenyum Nabi menjawab dengan jawaban pendek, tetapi padat arti: "Afalam akuna 'abdan syakuran?" (Tidakkah aku sebagai hamba yang bersyukur?) Redaksi yang digunakan Nabi ialah syakuur, bukan syukuur

Kata syukuur dan syakuur sama-sama berasal dari akar kata syakara-yasykuru yang berarti bersyukur. Namun syakuur memiliki makna tersendiri. Dalam Risalah Qusairiyah karya Abi al Qasim Abdul Karim Bin Hawazin Al Qusairi, dijelaskan perbedaan syakir dan syakuur.

Syakir, bersyukur atas nikmat yang ada dan syakuur tetap besyukur atas nikmat yang luput.

Syakir, bersyukur atas pemberian-Nya dan syakuur senantiasa bersyukur walau dalam musibah.

Syakir, bersyukur atas manfaat yang didapat dan syakuur adalah tetap besyukur walau tidak mendapatkan keuntungan dari usahanya (DS).