Tampilkan postingan dengan label Kalibrasi Arah Kiblat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalibrasi Arah Kiblat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Januari 2022

Materi Pelatihan Ilmu Falak

 


Baca juga:

Pelatihan Ilmu Falak Tingkat Kabupaten Tasikmalaya

Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, dalam hal ini Penyelenggara Zakat dan Wakaf, kembali menggelar Kegiatan Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat Tingkat Kabupaten Tasikmalaya di Pesantren Srahtarjuningrahyu Pekimitan Kiarakuda Kecamatan Ciawi. Kali ini, pelatihan bertajuk Pelatihan Ilmu Falak Cara Cepat Menentukan Arah Kiblat Markaz Tasikmalaya. Peserta aktif yang dihadirkan pada kegiatan ini sebanyak 166 orang, terdiri dari perwakilan Kantor Pemerintahan dan lembaga-lembaga keagamaaan Islam tingkat kabupaten, sedangkan perwakilan dari tingkat kecamatan adalah para kepala KUA kecamatan, ketua MUI kecamatan, ketua DMI kecamatan dan kasi kesra kecamatan. Mengingat masa PPKM yang masih berlangsung, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan, diantaranya peserta harus mematuhi 3 M dan pelaksanaan kegiatan di bagi menjadi 3 angkatan. 

Diantara tujuan dari penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini adalah membantu umat Islam untuk memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang tatacara pengukuran arah kiblat, mendorong mereka agar memiliki kecakapan dalam menentukan arah kiblat sesuai dasar-dasar keilmuan, serta terciptanya pedoman arah kiblat secara permanen untuk wilayah kabupaten Tasikmalaya, mengingat kiblat merupakan salah satu hal yang harus diketahui seseorang saat ia hendak melaksanakan ibadah shalat. 

Hadir pada acara pembukaan Bupati Tasikmalaya yang diwakili oleh Sekda, Dr. H. Mohammad Zen, yang sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan pelatihan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kabag Kesra Pemkab Tasikmalaya dan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Tampil sebagai pemateri pada kegiatan tersebut Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tasikmalaya), H. Dedi Anwar Muhtadin, M.Pd.I. (Kasubag TU Kankemenag) dan Drs. KH Daruttahqiq, MH, MM (Ketua BHRD Kab. Tasikmalaya).

Baca Juga:

Selasa, 01 Desember 2020

Jadwal Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat dan Perhitungan Waktu Shalat Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020

Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat dan Perhitungan Waktu Shalat

Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, dalam hal ini Penyelenggara Syariah, menggelar Kegiatan Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat dan Perhitungan Waktu Shalat Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020 di Pesantren Srahtarjuningrahyu Pekimitan Kiarakuda Kecamatan Ciawi.

Peserta aktif yang dihadirkan pada kegiatan ini sebanyak 166 orang, terdiri dari perwakilan Kantor Pemerintahan dan lembaga-lembaga keagamaaan Islam tingkat kabupaten, sedangkan perwakilan dari tingkat kecamatan adalah para kepala KUA kecamatan, ketua MUI kecamatan, ketua DMI kecamatan dan kasi kesra kecamatan. Mengingat masih tingginya kasus covid-19 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan, diantaranya peserta harus mematuhi 3 M dan pelaksanaan kegiatan di bagi menjadi 3 angkatan. Angkatan pertama dilaksanakan pada hari Selasa 1 Desember 2020 dengan jumlah peserta 54 orang, angkatan kedua tanggal 3 Desember 2020 dengan jumlah peserta 56 orang dan angkatan ke tiga pada tanggal 4 Desember 2020 dengan jumlah peserta 56 orang.

Diantara tujuan dari penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini adalah membantu umat Islam untuk memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang tatacara pengukuran arah kiblat dan penetapan waktu shalat, mendorong mereka agar memiliki kecakapan dalam menentukan arah kiblat dan perhitungan waktu shalat, serta terciptanya pedoman arah kiblat dan jadwal shalat secara permanen untuk wilayah kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya.

Hadir pada acara pembukaan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kabag Kesra Pemkab Tasikmalaya yang diwakili kasubag keagamaan, Drs. H. Usep Gunawan dan Kasubbag Kantor Kementerian Agama, Drs. H. Suryana, M.Si.. Dalam sambutan pengarahan, penyampaian materi dan sekaligus membuka acara kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd. menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Ketua BHRD Kabupaten Tasikmalaya yang telah dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Ia berpesan kepada semua yang hadir untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Kepada pemerintah kabupaten Tasikmalaya yang diwakili kasubag keagamaan, Kepala Kantor juga memberikan apresiasi, karena tanpa dukungan pemerintah kabupaten dan APBD kegiatan ini tidak mungkin dapat dilaksanakan. Sedangkan kepada para peserta, Kepala Kantor berpesan  agar kegiatan ini harus dapat diikuti dengan baik sehingga bisa membuahkan hasil yang diharapkan, tidak sekadar asal hadir, tetapi harus ada hasil.



Materi pelatihan yang berkaitan dengan teori dan praktek pengukuran arah kiblat dan perhitungan waktu shalat, kemudian langsung diberikan oleh Ketua BHRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ade Daruttahqiq, MM, MH, dimulai dengan pelatihan pengukuran arah kiblat kemudian dilanjutkan dengan perhitungan waktu shalat. Melihat antusiasme, partisifasi dan keseriusan peserta dalam mengikuti paparan materi dan praktek penghitungan, nampaknya kegiatan ini tidak cukup dilaksanakan hanya dalam satu kali pertemuan saja tetapi harus berkali-kali terutama bagi mereka yang baru mengenal mengenai ilmu hisab. Tentu saja dengan dukungan dana yang memadai.


Senin, 23 November 2020

Cara Menentukan Arah Kiblat dan Mengukur Jarak Ka'bah dengan Google Earth

Bagaimana cara menentukan arah Kiblat suatu lokasi? Ada beberapa cara untuk menentukan arah kiblat. Cara yang paling umum digunakan sejak lama adalah dengan memanfaatkan momen melintasnya matahari tepat di atas Ka’bah. Cara ini, mengharuskan seseorang menunggu momentum yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun. Cara lainnya adalah dengan menggunakan aplikasi berbasis kompas di smartphone. Cara kedua ini seringkali kurang akurat, karena berbagai macam aplikasi biasanya terpasang di alat ini dan fungsi utama smartphone itu sendiri sebenarnya bukanlah alat untuk mengetahui arah kiblat. Ada metode lain yang bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat, diantaranya dengan alat navigasi berupa kompas, mizwala, dan teodolit. Dahulu mungkin penentuan arah kiblat ini sulit dilakukan, tapi saat ini, ketika teknologi dan internet sudah umum digunakan, penentuan arah kiblat pun mudah dilakukan, salah satunya dengan menggunakan Google Earth.

Google Earth merupakan software yang menampilkan bumi secara utuh dalam bentuk globe, seluruh obyek di permukaan bumi dapat ditampilkan di situ. Kiblat shalat kaum muslim adalah Ka’bah yang berada di Masjidil Haram Makkah. Lokasi Ka’bah ini bisa dilihat sesuai koordinatnya di Google Earth. Prinsip penentuan arah kiblat adalah menarik garis lurus dari suatu lokasi ke lokasi Ka’bah, dari sini nanti akan didapat sudut yang merupakan arah kiblat lokasi yang kita tentukan.

Alat dan bahan:

  1. Google Earth unduh di sini
  2. Akses Internet

Langkah-langkah: 

  • Install Google Earth di komputer/laptop kemudian jalankan.
  • Tentukan lokasi yang akan ditentukan arah kiblatnya dan tandai dengan Tanda Letak (saya disini hendak mengetahui arah kiblat dari Masjid Agung "Baiturrohman" Kabupaten Tasikmlaya).
  • Klik icon Tambahkan Tanda Letak.

  • Buat Tanda Letak dengan klik di atas obyek yang kita inginkan. Dari kotak Penanda Letak, tampak bahwa koordinat Masjid Agung “Baiturrohman” Kabupaten Tasikmalaya adalah LS: 70 21’ 30,01’’ dan BT: 1080 6’ 45,34’’.

  • Munculkan Penggaris dengan klik icon Penggaris di bagian atas.

  • Klik titik pertama di lokasi Tanda Letak yang kita buat.

  • Telusuri Ka’bah di bagian kiri atas, tuliskan saja Ka’bah Mekkah kemudian klik tombol Telusuri.

  • Tampilan Google Earth akan langsung menuju Masjid Al-Haram Mecca, kemudian klik pada lokasi Ka’bah.

  • Pada kotak Penggaris akan dihasilkan Jarak dan Arah yang merupakan arah kiblat dari lokasi Tanda Letak tadi. Jelaslah kalau arah kiblat dari Masjid Agung “Baiturrohman” Kabupaten Tasikmalaya adalah 295,17° dengan jarak 8.103,35 Km.
  • Inilah garis lurus antara Masjid Agung “Baiturrohman” Kabupaten Tasikmalaya dengan Ka’bah.


Minggu, 22 November 2020

Menentukan Arah Kiblat dengan Mizwala Qibla Finder

Untuk menggunakan mizwala qibla finder, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, sebagai berikut:

  1. Persipkan alat-alat yang diperlukan, yaitu mizwala qibla finder, tali/benang dengan panjang ±1 m (sesuai dengan kebutuhan), waterpass dan GPS (jika ada).
  2. Persiapkan data yang dibutuhkan, yaitu lintang tempat, bujur tempat, tanggal dan waktu pengukuran. Untuk mengetahui data lintang, bujur dan waktu yang akurat akan lebih baik jika menggunakan GPS atau dengan media lain seperti google earth, atau data lintang dan bujur yang telah ada di paket CD.
  3. Jalankan software mizwah xls. Pada komputer, laptop, notebook atau smartphone yang mendukung program Microsoft excel. Lalu inputkan data-data yang dibutuhkan pada table mizwah.xls. sesuai dengan kolom yang telah disediakan, meliputi data time zone (zona waktu), lintang, bujur, tanggal pengukuran, waktu pengukuran, dan interval waktu yang akan ditampilkan.
  4. Setelah itu akan diketahui nilai azimuth kiblat (kolom kiblat), data azimuth matahari (kolom as-simtu), dan azimuth bayangan matahari (kolom mizwah).
  5. Catat data posisi matahari (kolom as-simtu), bayangan gnomon (mizwah) dan arah kiblat pada jam yang akan dilaksanakan pengukuran.
  6. Letakkan mizwala qibla finder ditempat yang datar dan mendapatkan sinar matahari. Kemudian letakkan waterpass di atas mizwala untuki mengukur kedataran bidang level. Jika belum datar, maka dapat diatur dengan cara memutar tripod hingga seimbang dan datar. Lalu ikatkan tali/benang yang telah dipersiapkan pada gnomon untuk menandai bayangan yang didapatkan nanti.
  7. Apabila mizwala qibla finder sudah terpasang dengan baik, perhatikan bayangan-bayangan gnomon pada bidang dial putar dan catatlah waktunya (waktu pengamatan). Waktu pengamatan yang digunakan harus sesuai dengan waktu GPS sehingga hasilnya akurat.
  8. Letakkan benang yang telah diikat pada gnomon dan tarik hingga sesuai dengan arah bayang-bayang gnomon.
  9. Putar bidang dial sampai nilai mizwah berada tepat di bawah benang atau bayang-bayang. Nilai mizwah disesuaikan dengan waktu bidik atau waktu pengukuran.
  10. Pindahkan benang pada nilai arah kiblat yang tertera dalam tabel mizwah.
  11. Setelah benang ditarik lurus sesuai dengan nilai azimuth kiblat, maka arah tersebut adalah arah kiblat tempat pengamat.

Contoh: Dari hasil perhitungan menggunakan mizwah.xls, diketahui sebuah kota memiliki azimuth kiblat sebesar 294°, azimuth bayangan matahari (mizwah) ketika pengukuran sebesar 145°. Maka pengukurannya sebagai berikut:

  • Perhatikan bayangan yang dibentuk oleh gnomon, letakkan benang pada bayangan tersebut.
  • Putarlah bidang dial hingga skala 145° berada tepat pada benang.
  • Pindahkan benang pada skala 294° yaitu angka azimuth kiblat.
  • Tandai arah tersebut dengan benang atau lakban sebagai arah kiblat.

Disamping dengan cara di atas, pengukuran arah kiblat dengan mizwala qibla finder juga dapat dilakukan dengan mencari selisih antara azimuth kiblat dan azimuth matahari. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Putar bidang dial sehingga skala 180° berada tepat ditengah bayangan. Gunakan garis bantu yang ada pada bidang dial.
  • Hitung azimuth matahari dengan mengurangkan azimuth bayangan matahari (mizwah) dengan 180°.
  • Azimuth matahari = mizwah – 180°

Azm= 145° – 180°

Azm= -35°

  • Hitung selisih antara azimuth kiblat dan azimuth matahari untuk mendapatkan arah kiblat.
  • Arah kiblat = azimuth kiblat – azimuth matahari

Ak= 294° – (-35°)

Ak= 329°

  • Tarik dan posisikan benang pada skala 329°.
  • Tandai arah tersebut dengan benang atau lakban sebagai arah kiblat.(Mandala, 25 Pebruari 2019)

Aplikasi Mizwah

Kamis, 19 November 2020

Pengukuran Arah Kiblat

Kalibrasi Arah Kiblat

Jumat, 13 November 2020

Verifikasi dan Kalibrasi Arah Kiblat

Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melakukan kegiatan kalibrasi dan verifikasi arah kiblat untuk kesekian kalinya. Pada kesempatan ini kalibrasi arah kiblat dilakukan pada hari Jum'at tanggal 13 November 2020 berlokasi di "Mushalla Baiturrohman" Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Baru Ciawi Singaparna (Cisinga) Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu.

Tim Verifikasi Arah Kiblat Kantor Kemenag Kab. Tasikmalaya bersama pengelola SPBU

Turut hadir menyaksikan dalam verifikasi dan kalibrasi ini pengelola SPBU, H. Ujang, yang banyak bercerita tentang proses pendirian SPBU di wilayah ini dan Abdul Kohar petugas dari KUA Kecamatan Sukaratu. Sementara dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmlaya hadir Kepala Penyelenggara Syariah, H. Yayat Kardiat, S.Ag., MM, Penyusun Bahan Penyuluhan Syariah, Hj. Iin Ufairoh, M.Pd.I., dan Penyusun Bahan Penyuluhan Produk Halal, Dindin Saefuddin, S.Ag. 

Petugas kalibrasi dan verifikasi arah kiblat yang dipimpin oleh Kepala Penyelenggara Syariah langsung melakukan pengukuran berdasarkan posisi matahari menggunakan alat Mizwala Qibla Finder pada pukul 10.05 WIB. Namun untuk memastikan akurasi data digunakan pula kompas, aplikasi Mizwandroid, GPS, perhitungan arah kiblat dari BHRD Kabupaten Tasikmalaya, aplikasi Sistem Informasi Hisab Rukyat Indonesia Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Google Earth

Dari hasil pengukuran dengan menggunakan Mizwala Qibla Finder, Mizwandroid, aplikasi Sistem Informasi Hisab Rukyat Indonesia Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, kompas dan perhitungan arah kiblat dari BHRD Kabupaten Tasikmalaya, disimpulkan bahwa koordinat lokasi mushalla berada pada LS 70 16' 27'' dan BT 1080 7' 31'' dan Azimut Kiblat 2950 8' 20.99''. Sedangkan pengukuran berdasarkan Google Earth dapat dilihat hasilnya pada gambar berikut:

Foto Mushalla (Sumber Google Street)

Koordinat Mushalla


Jarak Ka'bah dan Arah Kiblat

Sementara arah kiblat bangunan mushalla adalah 3090 12', sehingga ketika shalat seseorang harus memutar ke arah kiri (selatan) sekitar 1399'. Lihat gambar di bawah ini: garis merah adalah arah kiblat 2950,13', dan garis kuning adalah arah bangunan 3090,12'

Diharapkan setelah pengukuran dan kalibrasi arah kiblat ini, kaum muslimin yang menggunakan mushalla ini sebagai tempat ibadah shalat tidak ragu lagi dalam menentukan arah kiblat. Seperti diungkapkan pengelola SPBU, H. Ujang, kegiatan ini memberikan ketenangan dan kepastian baik kepada pengelola SPBU itu sendiri maupun kaum muslimin tentang arah kiblat yang tepat. Karena bisa jadi saat pembangunan mushalla inipihak pemborong tidak mengetahui ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan saat pengukuran arah kiblat.